Prediksi Pertumbuhan Penduduk (Model PBB)
Alat perhitungan ini diciptakan PCA agar dapat membantu pemerintah daerah Papua untuk menghitung pertumbuhan populasi kampung/kabupaten/provinsi dan menggunakan hasil perhitungan tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam proses pembangunan daerah. (Silahkan siapkan data dan gunakan alat hitung Prediksi Kohort-Komponen dibawah ini)
Definisi Singkat
Model Kohort‑Komponen adalah metode proyeksi demografi yang membagi populasi menurut kohort umur‑jenis kelamin lalu memproyeksinya maju dengan menerapkan tiga komponen utama: fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan migrasi (masuk/keluar). (Kohort artinya sekelompok orang berdasarkan karakteristik tertentu seperti umur, jenis kelamin, dll..)
Teori Singkat
Setiap kohort menua seiring waktu; beberapa anggota meninggal (ditentukan oleh tabel harapan hidup atau tingkat kelangsungan hidup), beberapa pindah (migrasi neto per kohort), dan perempuan usia reproduktif menghasilkan kelahiran menurut age‑specific fertility rates (ASFR). Perubahan total = kelahiran − kematian + migrasi, dihitung untuk tiap kohort.
Metodologi Singkat
Data dasar: populasi awal terurai menurut kelompok umur 5‑tahun dan jenis kelamin.
Terapkan tingkat kelangsungan hidup: gunakan rasio kelangsungan hidup atau tabel mortalitas untuk memindahkan penyintas ke kohort umur berikutnya.
Hitung kelahiran: jumlahkan (populasi perempuan × ASFR × interval waktu) untuk semua kohort reproduktif; bagi kelahiran menurut rasio jenis kelamin.
Terapkan migrasi: tambahkan atau kurangi migran neto per kohort.
Majukan waktu: ulangi untuk setiap interval proyeksi (mis. 1 atau 5 tahun).
Kapan dipakai di Indonesia? model ini adalah standar untuk proyeksi kabupaten/kota/provinsi; BPS, dinas kesehatan, dan perencana daerah menggunakannya untuk merencanakan layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Cocok bila tersedia data umur‑jenis kelamin, ASFR lokal atau provinsi, tabel mortalitas, dan asumsi migrasi.
Kelebihan & keterbatasan? sangat akurat untuk menangkap struktur umur dan efek momentum demografis; namun membutuhkan data yang relatif lengkap dan asumsi migrasi bisa sulit untuk wilayah kecil atau sangat dinamis.
Istilah kunci (terjemahan):
Cohort = Kohort
Component = Komponen
Age‑specific fertility rate (ASFR) = Tingkat fertilitas menurut umur
Survival rate / life table = Tingkat kelangsungan hidup / tabel harapan hidup
Net migration = Migrasi neto
Prediksi Kohort-Komponen Populasi Saya
Proyeksi Populasi dengan Model Kohort‑Komponen (15 tahun)
Pengaturan model
Catatan singkat model
- Model memajukan kohort sesuai interval, menerapkan kelangsungan hidup, menambahkan kelahiran dari ASFR, dan menerapkan migrasi neto.
- Kelahiran dihitung dari perempuan usia reproduktif (15–49) menggunakan ASFR (kelahiran per perempuan per tahun atau per interval).
- Kelangsungan hidup adalah proporsi yang bertahan ke kelompok umur berikutnya selama interval.
- Migrasi adalah migran neto per kohort selama interval (positif = masuk, negatif = keluar).
1. Populasi dasar menurut kelompok umur 5‑tahun (dapat diedit)
| Kelompok umur | Laki‑laki | Perempuan | Tingkat kelangsungan hidup (ke kelompok berikut) | Migrasi neto (per interval) | ASFR (kelahiran per perempuan per tahun) |
|---|
2. Hasil
| Tahun (offset) | Total populasi | Laki‑laki | Perempuan |
|---|